Selasa, 26 Februari 2019

Manfaat penting gulma bagi tanaman budidaya

          Gulma merupaka tanaman yang dianggap sebagai pengganggu oleh petani. Padahal ada manfaat yang sangat penting yang diperankan oleh gulma, khususnya bagi tanaman budidaya. sehingga nantinya kita bisa lebih bijaksana dalam mengendalikan gulma. Adapun manfaat gulma bagi tanaman budidaya adalah :
gambar 1. menjaga iklim mikro

1. Memelihara iklim mikro
           Tanaman tidak hanya membutuhkan iklim makro, seperti : musim hujan, suhu, ketinggian tempat dan sebagainya. tetapi iklim mikro ini sangat juga berperan penting bagi pertumbuhan tanaman budidaya. Iklim mikro adalah iklim yang berada dibawah atau disekitar tanaman yang meliputi sekitar areal pertanaman saja. Iklim mikro ini sangat berperan penting dalam menjaga ketersediaan air dan unsur hara. adapun peran gulma dalam memelihara iklim mikro, diantaranya :

  • Sebagai tanaman penutup tanah
          Bisa dilihat pada gambar 1., apabila cuaca sedang panas maka gulma akan memperlambat laju evaporasi sehingga air dapat terjaga ketersediaannya. ini sangat bermanfaat bagi tanaman yang dibudidayakan di lahan kering atau hanya mengandalkan hujan sebagai pengairannya seperti di Ladang. sehingga ketika petani dalam fase menunggu hujan yang tidak kunjung turun, gulma dapat mempertahankan sisa-sisa air di dalam tanah. Penguapan akan lebih cepat ketika cahaya matahari langsung terkena tanah, maka apabila ada gulma pasti akan memperlambat laju penguapan. sehingga tanaman dapat bertahan lebih lama sampai hujan turun.
  • Melindungi tanah dari erosi
          Bagian tanah yang paling banyak mengandung unsur hara adalah  di lapisan tanah permukaan, dikarenakan banyak mengandung humus dan bahan organik yang sudah terdekomposisi. Apabila terjadi erosi permukaan oleh hujan, angin dan lain sebagainya. Tentu kesuburan tanah akan berkurang, sehingga mengakibatkan kwalitas pertumbuhan tanaman akan berkurang. Maka dari itu fungsi gulma penting lainnya adalah mencegah erosi. Jangan sampai unsur-unsur hara kita berpindah ke Lahan orang lain. Memang erosi ini belum kita terlalu pertimbangkan, namun lama- kelamaan akan berdampak kepada pertumbuhan tanaman budidaya.
gambar 2. Tanah yang erosi dan tidak erosi
  • Mengikat air di dalam tanah
          Apabila lahan tidak memiliki gulma atau tanaman apa saja, maka dapat kita rasakan kekeringan cepat sekali terjadi. Adapun permasalahan utama yang kita hadapi di Lahan kering adalah cepatnya kehilangan air, artinya tanaman budidaya kita tidak mungkin mampu mengikat air yang banyak. Setiap tanaman memiliki kapasitas tersendiri dalam mengikat air. Apalagi tanaman budidaya kita memiliki jarak yang cukup lebar. maka dari itu, gulma dapat lebih efisien dalam mengikat air dikarenakan sistem perakaran dan jumlah yang banyak. Tentu tanaman budidaya kita dapat mengambil air disekitar area perakaran gulma tersebut.
gambar 3. gulma mengikat dan menjaga ketersediaan air

        semoga artikel ini bermanfaat ya, jangan lupa untuk komen dan berdiskusi masalah ini jika tertarik !


         












anggapan petani yang keliru terhadap gulma!

Ini menjadi masalah besar karena petani sangat antipati terhadap gulma, ketika petani meliha ada gulma langsung saja dibabat atau dibasmi. akibatnya iklim dibawah tanaman atau iklim mikro tidak terpelihara dengtan baik , sehingga laju evaporasi atau penguapan sangat tinggi yang bisa mempercepat kehilangan air dan kekeringan. ini perlu diberikan pemahaman , khususnya pada tanaman jagung dan tanaman lahan kering lainnya yang ditanaman di Ladang.
          gulma sangat bermanfaat untuk mengurangi kehilangan air sehingga iklim mikro di sekitar tanaman tidak terlalu kering. memang gulma dapat bersaing dalam mengambil hara tanaman.

gulma dapat mengurangi kehilangan air

tapi persaingan itu terjadi ketika tanaman masih kecil yaitu kira-kira sampai 4 minggu setelah tanam. ini bisa disiasati dengan membasmi gulma yang kira-kira dapat menyaingi dalam memperebutkan unsur hara, pengambilan cahaya matahari, adapun ciri-cirinya :
1) Gulma tersebut berpotensi lebih tinggi dari tanaman budidaya sehingga gulma tersebut menaungi tanaman budidaya, kita dapat memangkas atau mencabutnya
2)Gulma yang berada disekitar perakaran tanaman berpotensi menyaingi tanaman budidaya dalam mengambil unsur hara. maka kita dapat membersihkan gulma yang kira-kira berada disekitar area perakaran saja.


Senin, 07 Agustus 2017

Generasi Muda Enggan Bertani

Pemerintah Indonesia terus khawatir menurunnya minat generasi muda untuk bertani dan terus mengadakan program untuk menggaet generasi muda untuk mau bekerja di sektor pertanian. Generasi muda sangat diharapkan dalam mengubah wajah pertanian Indonesia yang terus melakukan impor dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. namun generasi muda malah semakin menjauh dari sektor ini. Tidak hanya itu, sarjana-sarjana pertanian saja enggan untuk bertani apalagi masyarakat umum yang tidak  memiliki pengetahuan tentang pertanian secara lebih luas.

Salah satu yang membuat kondisi pertanian kita semakin terpuruk dan ditinggalkan adalah sistem yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi yang ada. sehingga memberikan pemikiran yang buruk terhadap generasi muda. Misalnya pertanian di Indonesia cenderung menanam padi dan jagung. kedua komoditi ini sangat intensif perawatannya sehingga mau tidak mau petani harus stand by di Lahannya sehari penuh dari awal sampai panen nanti. Jika dilihat dari kebiasaan generasi muda sekarang mereka akan membagi waktu-waktunya. kalau pagi belajar ke Sekolah dan sorenya main bola atau olahraga. Ini sangat tidak sinkron dengan kebiasaan generasi muda sekarang. Padahal masalah ini dapat dipecahkan dengan menanam buah-buahan. Namun petani kita sangat jarang mempraktekkannya, malahan lahan yang dulunya kebun habis ditebang untuk menanam padi dan jagung.

kedua, sistem pertanian kita sangat berisiko. Dapat dilihat di Lapangan, petani hanya menanam satu tanaman atau dengan sistem monokultur, jika gagal maka tidak akan ada lagi yang dapat diandalkan. sedangkan biaya input pengolahan dan perawatannya sudah sedemikian besar, karena menggunakan sistem traditional. Ditambah dengan faktor pembatas yang tidak menentu seperti cuaca, harga pasaran, dan ketersediaan tenaga kerja.

Ketiga, para orangtua tidak mengizinkan anaknya untuk bertani. sebagian besar orangtua tidak akan mau anaknya menjadi seorang petani. karena mereka sudah tahu sendiri menjadi petani itu sangat menyusahkan dan melelahkan. sehingga mereka menyekolahkan anaknya setinggi mungkin supaya memiliki nasib yang lebih baik. Mereka lebih rela anaknya menjadi karyawan di Kantor atau menjadi pegawai negeri. Bahkan mereka menjual tanah dan mempertaruhkan harta semuanya untuk menjadikan anaknya sebagai pegawai negeri atau memasukkannya ke militer. Karena menjadi petani sungguh merupakan pekerjaan yang tidak menentu dan berisiko. Walaupun pertanian sangat dibutuhkan oleh negeri ini.


Mempersiapkan Minat Generasi Muda Bertani

Dewasa ini, jumlah petani di Indonesia semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh anak-anak mereka atau generasi penerus selanjutnya tidak mau bertani. Pertanian dianggap sebagai sebuah pekerjaan yang kotor dan tidak layak dilakukan pada zaman modern yang serba canggih ini. Ditambah dengan pertanian Indonesia yang semakin merosot, membuat sektor pertanian tidak terlalu diuntungkan dan mindset generasi muda semakin kuat bahwa pertanian tidak akan mampu merubah nasib dan mencukupi hidup. Padahal negara ini butuh generasi muda yang unggul, kreatif, dan inovatif dalam membangun pertanian Indonesia. Salah satu masalah utama sektor pertanian adalah para petani enggan untuk berinovasi, mereka hanya mengandalkan sistem yang sudah ada sejak jaman orde baru dan tidak mau mengubah sistem tersebut. Walaupun kondisi lahan dan sumber daya yang sudah ada tidak mampu menunjang kegiatan seperti jaman orde baru

Oleh karena itu, kita sangat butuh peran generasi muda yang sebagian besar memiliki pemikiran baru dan belum memiliki mindset petani pada umumnya. Sehingga dengan mudah kita dapat mengajarkan, menanam, dan mengembangkan inovasi yang lebih sesuai dengan kondisi pertanian saat ini

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menarik minat generasi muda, antara lain :
1) Memanfaatkan lahan pekarangan
Saya memilih ini menjadi yang pertama, karena pertanian tidak harus memaksa orang untuk melakukan pekerjaan tersebut. Segala sesuatu harus dimulai dari hal yang mudah dan sederhana, namun memiliki hasil dan bukti yang nyata. Membangun jiwa petani sejati bisa dimulai dari sekedar hobi atau sekedar main-main saja. Sehingga jika sudah ditekuni secara istikomah, insya allah para pemuda akan sendirinya akan tertarik. Disamping itu, bertani di Pekarangan rumah memiliki nilai estetika yang tinggi dan bisa kelihatan mewah di mata orang lain. Satu hal lagi, setiap orang selalu merasa lebih puas jika hal tersebut merupakan jerih payahnya sendiri. sehingga ketika kita makan dari hasil yang kita tanam, itu memberikan kepuasan batin sendiri kepada si penanam.

2) Bertanam hidroponik
Sistem ini begitu kelihatan modern dan pengelolaannya sangat bersih. Orang yang dapat menerapkannya bisa dikatakan orang yang pintar dan bergengsi. Walaupun di negara lain ini adalah suatu hal  yang biasa namun di Indonesia masih jarang orang yang menerapkan sistem ini. Kebanyakan anak muda akan merasa tertarik dengan mesin dan teknologi canggih yang digunakan.

3) Tabulampot (Tanam Buah dalam Pot)
Sistem ini memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dibanding yang lain. Namun tingkat kerumitannya juga sangat  tinggi untuk membuahkan tanaman dalam tempat yang terbatas dan tanaman yang kecil. Walaupun begitu tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, karena tujuan kita juga adalah sebuah inovasi.

4) Bertanam buah
Pertanian menjadi sangat membosankan karena sangat identik dengan pergi ke Sawah setiap hari. Apalagi jikalau menanam padi, dari awal sampai panen berakhir harus stand by menjaga agar padi kita tidak dimakan oleh burung. Tidak hanya itu, perawatannya pun harus sangat intensif. ini salah satu hal yang membuat pemuda enggan untuk bertani, seolah pertanian itu membuat orang tidak mempunyai waktu luang dan selalu sibuk. Dengan menanam buah, kita hanya tinggal panen pada musimnya. Perawatannya pun tidak seintensif menanam padi dan jagung.

5) Ajarkan anak teknik pertanian sederhana (mencangkok, menyambung, membibitkan dll)
Berhasil melakukan teknik cangkok atau menanam sesuatu memunculkan gairah tersendiri bagi pelaku. Mencangkok mungkin adalah teknik yang mudah dan sudah diajarkan secara turun temurun oleh orangtua dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Bila anak berhasil, maka akan memunculkan kepercayaan diri dan membuatnya ketagihan

Masalah Pertanian di Indonesia

Indonesia adalah negara agraris yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. secara geografis Indonesia sangat diuntungkan letaknya yang berada di Garis katulistiwa. sehingga negara ini menjadi wilayah tropis. berbagai macam tumbuhan dan hewan dapat hidup di negara ini. namun berbagai masalah tengah dihadapi oleh khususnya oleh para petani Indonesia. padahal  dengan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah tidak mampu dikelola secara maksimal. bahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri belum mampu disediakan oleh petani dalam negeri, sehingga harus melakukan impor di hampir semua komoditas pertanian. setiap tahunnya kondisi pertanian Indonesia semakin memprihatinkan dan semakin menurun, terjadi kerusakan tanah, erosi, penebangan liar, ketersedian air yang semakin berkurang dan sebagainya. Dampaknya minat rakyat untuk bertani berkurang secaraa drastis. mereka lebih memilih menjadi pegawai negeri, menjual tanahnya untuk kesenangan yang bersifat sementara, generasi mudanya pun lebih tertarik menjadi karyawan atau pegawai di institusi pemerintahan. bagaimanapun ini menjadi akan menjadi persoalan yang besar, kemandirian sebuah negara diukur dari seberapa mampu dia menyediakan makanannya sendiri. Jika ini terjadi terus menerus, hal ini akan mengakibatkan negara akan ketergantungan dengan negara lain dan mudah digoyahkan oleh negara yang memiliki niat buruk

          Dari analisa tersebut, ada beberapa masalah yang harus diperhatikan dalam mendukung kemajuan pertanian, antara lain :
1. Melakukan pendidikan pertanian terhadap para petani
         Ini menjadi masalah utama yang sangat serius bagi dunia pertanian. saat ini tidak ada penyuluhan seperti pada zaman orde baru dengan penyuluhan yang tersistematis. sektor penyuluhan sangat rentan karena bertugas dalam memberikan pengetahuan dan teknologi yang tepat kepada petani. Akibatnya tidak ada kemajuan dan petani hanya berjalan ditempat. Ironisnya Program penyuluhan hanya dilakukan pada saat ada sumbangan yang diberikan kepada petani. tidak ada pembinaan yang dilakukan, hanya mendata dan menyumbangkan input pertanian seperti pupuk, obat-obatan dan sebagainya., yang malahan akan membuat petani semakin ketergantungan dan menjadi tidak mandiri.
                Lembaga penyuluhan yang bertanggung jawab dalam memberi pendidikan kepada petani beralasan bahwa petani tidak ada yang mau menggunakan saran mereka. Padahal yang menjadi letak masalahnya adalah bagaimana konsep seseorang itu bisa menyuluh. Kebanyakan program yang diabaikan, karena tidak berkesusaiannya dengan input dan output yang dihasilkan. misalnya pada program pembuatan pupuk organik. jika dianalisa secara sistematis, justru inputnya begitu besar dibanding manfaat yang diperoleh dan para perencana program memaksa program tersebut untuk berjalan dan berbagai masalah lainnya banyak terjadi dilapangan.
                 Satu hal yang dibutuhkan petani adalah pendampingan yang terus menerus. Sebagaimana fakta di Lapangan, tenaga pendamping kita hanya duduk di kantor di kursi malasnya. Penyuluhan dianggap sebagai pekerjaan kantor yang hanya mengurus administrasi dan tanda tangan. padahal penyuluhan membutuhkan komunikasi yang intensif dan keakraban, membutuhkan hubungan sosial dan solidaritas yang tinggi
                 Memperhatikan program yang dicanangkan oleh pemerintah pada setiap kali janji-janji politik diumbar adalah paling pertama dan utama yaitu memajukan pertanian. Namun, ini sangat bertolak belakang dengan fakta di Lapangan. Hal yang paling sentral saja tidak diurus, bahkan kordinasi antar lembaga pertanian tidak ada sama sekali, tidak ada program, tidak ada komunikasi. Masing-masing hanya bergerak ketika turun subsidi-subsidi. Terlalu banyak masalah yang tak akan pernah habis kita bahas satu per satu

2. Menyiapkan generasi muda
            Sektor pertanian merupakan sektor paling vital dalam sebuah negara. sehingga menyiapkan generasi penerus adalah hal mutlak yang perlu direncanakan.
 (a) mindset generasi muda yaitu yang menjadikan pertanian hal kuno dan pekerjaan yang tidak layak dilakukan pada zaman yang modern serba mewah ini. sehingga pertanian dianggap sebagai pekerjaan kelas bawah dan tidak mampu atau susah jika ingin mencapai ekonomi yang berkecukupan. solusinya adalah membuat program pertanian yang berbasis modern seperti pertanian hidroponik, buah-buahan yang mewah dan indah (anggur, mangga,jeruk ). Intinya kita mampu mengkombinasikan antara produksi dan estetika keindahan dalam sistem pertanian, saya rasa ini kuncinya dalam mengubah mindset anak muda
(b)Memasukkan kurikulum pertanian dalam dunia pendidikan. Ini mungkin di beberapa sekolah sudah dilakukan. Kembali lagi, jika ingin membuat pendidikan pertanian menarik yaitu full praktik. cobalah mengajak siswa berkebun di lahan sekitar sekolah. misalnya pemanfaatan pekarangan, tabulampot, penggunaan barang bekas sebagai pot dan sebagainya. hal-hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan dibanding materi teori di kelas.

3. Menyediakan fasilitas input pertanian (pupuk, irigasi, benih dan sebagainya )

4. Kebijakan pro petani
5.Teknologi tepat guna
6. Membatasi impor
7. Mencegah alih fungsi lahan

Jumat, 04 Agustus 2017

Benih Hibrida sebagai monopoli pertanian

             Salah satu kebutuhan utama petani adalah benih yang bermutu. Awalnya benih bukanlah jadi persoalan, mereka bisa membuatnya sendiri dan begitu banyak varietas lokal yang bisa ditanam. namun sekarang, benih menjadi persoalan utama dalam meningkatkan produksi pertanian. disamping itu, harga benih bersertifikat terus saja naik tidak perduli dengan kondisi petani. sedangkan petani hanya dapat mengiyakan saja, mereka pasrah dengan keadaan, mereka akan tetap membelinya, karena sudah berpuluh-puluh tahun sudah terbiasa menggunakan benih tersebut. walaupun risikonya sangat besar, baik itu dari input yang harus diintensifkan dan perawatan lainnya yang membutuhkan begitu banyak tenaga dan keuangan. dikarenakan jenis benih yang digunakan adalah benih hibrida. kondisi lingkungan harus sesuai dan dapat mensuplai kebutuhan nutrisi tanaman agar dapat berproduksi secara maksimal.
            Benih hibrida adalah  jenis benih yang tidak bisa ditanam kembali, benih bisa hidup. namun hasilnya nanti tidak akan sama dengan induknya, karena benih ini merupakan hasil keturunan pertama. Semua sifat pada generasi kedua akan bersegregasi atau memisah, bisa itu menghasilkan produksi tinggi atau rendah, hasilnya menjadi tidak menentu dan sangat bervariatif. disamping itu, tanaman hibrida telah dimandulkan bunganya hingga mereka tidak dapat menghasilkan keturunan sebagaimana mestinya.
            Para ahli pertanian begitu mengagung-agungkan yang namanya benih hibrida. namun mereka tidak sadar akan dampak ke depannya terhadap para petani. Petani begitu bergantung akan benih ini dan menjadi faktor pembatas produksi pertanian. dulunya, benih bukanlah sebagai faktor yang membatasi peningkatan produksi. Disamping itu, berbagai macam input harus diperbanyak dan diintensifkan, tidak perduli akan dampak kerusakan lingkungan, air dan tanah untuk mencapai produksi setinggi-tingginya yang hanya bersifat sementara. Pada akhirnya tidak akan terbentuk petani mandiri, begitu banyak faktor pembatas harus diselesaikan akibat dari penggunaan benih ini.
            Kemudian, keterampilan petani yang kreatif dulunya hilang begitu saja. skill untuk membuat benih sendiri telah hilang, akibat mereka terlalu dimanja. kejadian dilapangan menunjukkan, petani tetap saja menanam benih hibrida walaupun telah mengalami banyak kerugian, karena benih tersebut tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang serba kekurangan. sedangkan mayoritas lahan kita adalah marginal, lahan kering, dan sebagai. Lahan tersebut tidak akan mampu memenuhi nutrisi tanaman tersebut.
            Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan kesadaran generasi muda akan dampak negatif dari teknologi ini. Kita harus mampu membentuk petani yang tangguh dan mandiri kreatif. kemudian memunculkan solusi kreatif yang dapat menyelesaikan masalah petani.












Minggu, 01 Januari 2017

pengaruh biochar terhadap pertumbuhan cabai merah (proposal penelitian)




BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Cabai merah merupakan kelompok tanaman yang tergolong hortikultura yang sering kita temui di pasar. Tanaman ini berbentuk perdu yang tingginya mencapai lebih dari satu meter dan bisa di panen lebih dari satu kali. Buah cabai merah sendiri memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin, seperti : kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain itu, cabai merah sendiribanyak dimanfaatkan sebagai menu masakan masyarakat, industri bumbu makanan dan industri obat-obatan tradisional (Herawati, 2012). Budidaya cabai merah dapat meningkatkan pendapatan petani karena banyaknya kebutuhan konsumen akan produk ini yang biasanya harganya melonjak memasuki bulan ramadhan.
Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia yang juga merupakan penghasil komoditi cabai merah. Menurut Badan Pusat Statistik NTB (2014) produksi cabai merah di provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2012 sebesar 36.882 ton sedangkan pada tahun 2013 menurun menjadi 35.324 ton atau sekitar 4,22%. artinya produksi cabai merah di provinsi Nusa Tenggara Barat cenderung menurun yang mengakibatkan pemerintah mau tidak mau melakukan impor produk cabai merah dari luar. Berdasarkan data tersebut bahwa terjadi penurunan produksi cabai merah pada tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya. Suwardji (2013) melaporkan hal ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan menjadi non pertanian, Kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah menurun, Degradasi lahan yang kaitannya dengan lahan kering berproduksi rendah dan bahan organik tanah yang rendah. Seperti halnya tanah di pulau Lombok tengah bagian selatan yang didominasi oleh tanah vertisol di Desa Batu Jai dengan jumlah bulan hujan hanya berkisar 3-4 bulan dengan kandungan bahan organik dalam tanah yang rendah yaitu 0,58-1,46 %  dan didominasi oleh tanah vertisol. (Kusnartaet al, 2011).
Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya suatu langkah yang tepat dengan membuat suatu bedengan yang mengolah tanah seminimum mungkin (Minimum tillage) dan bertahan lama atau yang sering dikenal sebagai system bedeng permanen.Sistem bedeng permanen merupakan suatu sistem pengolahan tanah yang baik untuk mengolah tanah vertisol seminimum mungkin (Minimum tillage) dan bisa digunakan dalam kurun waktu yang yang lama (4 atau 5 tahun). Keunggulan dari sistem bedeng permanen sendiri adalah dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kemantapan agregat tanah, mengurangi biaya pengolahan tanah, efisiensi dalam penggunaan air dan meningkatkan pendapatan petani(Ma’shumet al., 2005).Menurut Mahrupet al. (2005) menyatakan bahwa penerapan sistem bedengan permanen dapat memberikan hasil yang baik pada tanaman palawija yang ditanam setelah panen padi dimusim hujan karena dapat menghemat penggunaan air.
Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah pada sistem bedeng permanen adalah dengan memasukkan limbah hasil-hasil pertanian yang sudah matang atau bahan organik ke dalam tanah. Menurut Hanafiah (2004) Bahan organik mempunyai peranan yang penting dalam kesuburan tanah yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman karena memiliki senyawa perangsang tumbuh sebagai pembenah tanah maupun media tumbuh tanaman sehinga penambahan bahan organik kedalam tanah sangat perlu dilakukan. Bahan organik tersebut seperti pupuk kandang dan biochar. Menurut Sukartono (2011) Biochar adalah arang hayati yang terbuat dari berbagai limbah pertanian organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik karena mengandung senyawa-senyawa bermanfaat seperti N, P, K, Ca dan Mg. Sedangkan Menurut Mulyati dan Susilowati (2006) bahwa pupuk kandang berperan sebagai bahan pembenah tanah dan juga mempunyai banyak manfaat seperti memperbaiki struktur tanah, mengikat lengas, meningkatkan daya ikat ion, memacu aktivitas mikroba pendaur hara dan pendekomposisi bahan organik di dalam tanah. Pupuk kandang memiliki unsur hara yang berguna bagi pertumbuhan dan produktivitas cabai merah seperi N,P, K, Ca, Mg dan S.

Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan, bahwa biochar lebih lambat dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman dibandingkan dengan pupuk kandang, akan tetapi dalam mempertahankan jumlah karbon dan unsur hara dalam tanah Biochar lebih baik jika diaplikasikan di lapangan. Hal ini karena sifat stabil dari biochar dan secara kimia dan biologis, biochar dalam tanah bersifat rekalsitran sehingga relatif tahan terhadap perombakan mikroorganisme, sehingga dapat bertahan dengan waktu yang lama. Penggunaan biochar dalam  mempertahankan sifat fisik dan kimia dalam tanah lebih hemat dalam aplikasi di lapangan dibandingkan dengan pupuk kandang yang harus diberikan pada setiap musim tanam di tanah vertisol untuk mempertahankan sifat fisik dan kimia tanah serta memerlukan tenaga dan biaya yang banyak. Penambahan pupuk kandang di tanah vertisol disatu sisi mampu dengan segera meneyediakan hara, akan tetapi unsur-unsur hara didalamnya lebih cepat tercuci dibandingkan menggunakan biochar. Hal ini karena biochar secara langsung berkontribusi terhadap jerapan hara melalui interaksi muatan pada luas permukaan jerapan yang tinggi. Sehingga alternatif yang paling baik adalah mencampur biochar dan pupuk kandang agar hasil pencampuran dari kedua bahan organik tersebut lebih baik lagi. Pencampuran dari biochar dan pupuk kandang memiliki keuntungan karena kedua bahan ini mempuyai peran yang sama pada tanah yaitu sebagai bahan pembenah tanah. Penggunaan biochar dan pupuk kandang sebagai bahan pembenah tanah dapat mempengaruhi sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Sifat fisik tanah sendiri antara lain dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air, memperbaiki struktur tanah serta menurunkan keteguhan tanah. Pengaruh dari sifat kimia tanah seperti memperbaiki pH tanah, meningkatkan C organik dalam tanah serta unsur hara N, P dan K. Serta sifat biologi tanah adalah memacu aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan (Ma’shum dan Sukartono, 2012).
Kandungan dari biochar dan pupuk kandang yang diaplikasikan pada sistem bedeng permanen mempunyai manfaat yang baik dalam budiddaya cabai merah di Desa Batu Jai yang tergolong tanah vertisol. Sifat dari tanah vertisol sendiri sangat lengket dimusim hujan dan sangat keras dimusim panas sampai terlihat retakan-retakan yang begitu dalam atau dikenal dengan istilah mengembang dan mengkerut. Sehingga petani di Desa Batu Jai banyak yang mengeluh karena tanahnya sulit diolah dan tenaga serta biaya yang dikeluarkan pun cukup besar. Pengaruh dari kedua bahan organik tersebut bisa memperbaiki struktur tanah vertisol menjadi lebih remah agar sistem perakaran tanaman mudah menembus tanah. Oleh karena itu dengan penggunaan campuran kedua bahan organik tersebut yang diaplikasikan pada sistem bedeng permanen dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap tanah vertisol yang berada di Desa Batu Jai.
Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan penelitian tentang :Modifikasi Campuran Biochar dan Pupuk Kandang Yang Diaplikasikan Pada Sistem Bedeng Permanen Tanaman Cabai Merah.
1.2.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.2.1.  Tujuan Penelitian
Tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis campuran biochar dan pupuk kandang yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annum, L.) serta kesuburan fisik dan kimia tanah pada sistem bedeng permanen.
1.2.2.   Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan informasi yang baik kepada masyarakat, petani dan pemerintah tentang dosis mana yang paling baik dalam penggunaan biochar sekam padi yang dicampur pupuk kandang pada sistem bedeng permanen untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah.
1.3. Hipotetis
Diduga dengan pemberian dosis biochar sekam padi yang dicampur dengan pupuk kandang yang berbeda dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai merah serta kesuburan fisik dan kimia tanah pada sistem bedeng permanen.

Improve yourself right now. “Kita sering menunda-nunda pekerjaan, rencana yang telah kita buat, keinginan yang kita rencanakan, cita-cita yang harus diwujudkan hanya karena alasan yang kita jadikan buat pembenaran”.

  “alasan yang kita jadikan buat pembenaran”, saya ingin tekankan pada kata ini. Misalnya dulu ketika SMA, saya ingin menjadi pintar ju...